Polsek Sekupang Panggil Pelajar, Orang Tua dan Guru Terkait Tawuran Antar Sekolah

Friday, September 11, 2026

Wajib dibaca

NarasiKepri.com, Batam — Polsek Sekupang mempertemukan sejumlah pelajar, orang tua, dan pihak sekolah untuk memberikan pembinaan terkait aksi tawuran antar pelajar yang terjadi di wilayah Kecamatan Sekupang, Batam. Pertemuan tersebut berlangsung di Markas Polsek Sekupang pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, S.H., M.H. Sebanyak tujuh pelajar yang disebut terlibat dalam aksi tawuran turut hadir bersama orang tua mereka. Sejumlah perwakilan sekolah juga mengikuti kegiatan pengarahan tersebut.

Baca Juga: Kombes Pol Eddwi Kurniyanto Dapat Kenang-Kenangan Karikatur Humanis dari PWI Kepri

Selain Kapolsek Sekupang, hadir pula sejumlah personel Polsek Sekupang, di antaranya Kanit Intelkam Polsek Sekupang Ipda Pebriadi, S.A.P., Kanit Patroli Iptu Suyatno, serta Ps Kanit Binmas Aiptu Luqman.

Perwakilan dari sejumlah sekolah juga hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk guru dari Sekolah Muhammadiyah, guru SMA 12 Tanjung Uma, dan Kepala SMP 25 Tiban Indah.

Polisi Tekankan Peran Orang Tua dan Sekolah

Dalam arahannya, Kapolsek Sekupang menekankan pentingnya keterlibatan bersama antara kepolisian, orang tua, dan pihak sekolah dalam mencegah aksi kekerasan antarpelajar.

Menurut Hippal, pengawasan terhadap aktivitas anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua juga diminta lebih aktif mengetahui kegiatan anak, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun ketika berada di luar rumah.

Ia juga meminta pihak sekolah terus memberikan edukasi positif serta melakukan pembinaan terhadap siswa agar tidak mudah terlibat dalam konflik antarpelajar.

Persoalan tawuran, kata dia, tidak hanya berdampak kepada siswa yang terlibat langsung. Konflik tersebut juga dapat menimbulkan rasa takut bagi pelajar lain dan mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat.

Baca Juga :  Tragedi di Kantor Pemko Batam: Pegawai Honorer Tewas Dibunuh Saat Jam Kerja

Karena itu, Polsek Sekupang menyatakan akan mengambil langkah tegas apabila persoalan serupa kembali terjadi.

Tujuh Pelajar Ikuti Pembinaan

Dalam kegiatan tersebut, terdapat tujuh pelajar yang mengikuti pengarahan. Mereka berasal dari beberapa sekolah di wilayah Batam, termasuk SMK Negeri 1 Batam, SMA 12, SMP 25, dan SMK Muhammadiyah.

Pertemuan tersebut tidak hanya diisi dengan pengarahan dari kepolisian. Para orang tua dan pihak sekolah juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan sikap mereka terkait kejadian yang melibatkan para pelajar tersebut.

Pihak kepolisian kemudian meminta masing-masing pelajar bersama orang tua membuat surat pernyataan sebagai bentuk komitmen agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pencegahan agar para pelajar tidak kembali terlibat dalam aksi tawuran.

Sekolah Siap Berikan Tindakan Pembinaan

Perwakilan SMA 12, Doli, menyampaikan dukungan pihak sekolah terhadap langkah kepolisian dalam menangani persoalan tawuran antarpelajar.

Pihak sekolah, menurutnya, siap mengambil tindakan pembinaan apabila siswa melakukan pelanggaran, terlebih apabila tindakan tersebut berkaitan dengan persoalan hukum.

“Kami dari pihak sekolah dalam hal ini mendukung pihak kepolisian dalam hal penindakan anak-anak kami. Apabila anak-anak kami melakukan pelanggaran hukum, kami dari pihak sekolah akan memberikan tindakan tegas kepada anak pelajar kami,” ujar Doli dalam pertemuan tersebut.

Sikap serupa juga disampaikan perwakilan orang tua, Tri Narulli. Para orang tua menyatakan kesediaannya untuk bersama-sama menindaklanjuti persoalan tersebut dan menyepakati pembuatan surat pernyataan.

Polisi Dorong Sinergi untuk Mencegah Tawuran

Pertemuan antara polisi, pelajar, orang tua, dan guru tersebut menunjukkan bahwa penanganan tawuran pelajar tidak hanya mengandalkan tindakan kepolisian setelah kejadian berlangsung.

Pengawasan keluarga, pembinaan di sekolah, serta kesadaran para pelajar menjadi bagian penting dalam mencegah konflik serupa kembali terjadi.

Baca Juga :  Jadwal Kapal Ferry Sekupang Batam untuk Jumat: 25 Trip Terjadwal Hingga Pukul 17.00 WIB

Kepolisian juga menekankan agar kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi para pelajar yang terlibat sehingga tidak mengulangi perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan pengarahan dan pembinaan tersebut berakhir sekitar pukul 11.40 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan terkendali.

Catatan Redaksi

Karena perkara ini menyangkut pelajar, termasuk yang masih di bawah umur, identitas pribadi seperti nama lengkap, alamat rumah, tanggal lahir, dan nomor telepon tidak ditampilkan dalam naskah berita. Untuk pemberitaan publik, informasi tersebut tidak memiliki nilai berita yang sebanding dengan risiko terhadap privasi dan keselamatan anak. BJP

Lebih Banyak Artikel

- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru